Oktaviani, Salsabilla (2026) IDENTIFIKASI KETIDAKSESUAIAN THICKNESS KEMASAN SAUCE POWDER PADA PROSES EXTRUSSION LAMINASI PT.XYZ MENGGUNAKAN METODE FISHBONE DIAGRAM. Diploma thesis, Politeknik Negeri Media Kreatif.
Salsabilla Oktaviani-Tugas Akhir-2026.pdf
Download (240kB)
Abstract
Thickness is a critical quality parameter in flexible packaging for barrier performance. At PT. XYZ, thickness inconsistency in extrusion lamination caused overthickness (bengkak) and under-thickness (gembos) defects. This issue led to a 2,6% reject rate, exceeding the 2.5% company limit. This final project aims to identify dominant factors using 7 tools. Data were gathered through observation and manual dial gauge measurements at twenty-two points. Variables included die temperature, speed, and manifold settings. Results show that thickness inconsistency stems
from unstable resin flow due to sub-optimal forming plate and deckle bar settings. High viscosity in Resin C (MFR 3.5) makes it sensitive to machine vibrations and improper mechanical locking. Consistent parameter control and the implementation of a manual guide for standardized settings are essential to maintain thickness uniformity and improve the quality of flexible packaging products.
Keywords: thickness, extrusion lamination, bengkak, gembos, 7 tools
Ketebalan (thickness) merupakan parameter kualitas kritis pada kemasan fleksibel yang memengaruhi performa barrier. Di PT. XYZ, ketidakseragaman thickness pada proses extrusion lamination mengakibatkan cacat bengkak dan gembos. Permasalahan ini memicu kenaikan angka reject hingga 2,6%, melampaui batas toleransi perusahaan sebesar 2,5%. Tugas akhir ini bertujuan mengidentifikasi penyebab dominan menggunakan metode 7 tools. Data diperoleh melalui observasi
langsung dan pengukuran ketebalan manual menggunakan dial gauge. Variabel yang dievaluasi meliputi suhu die, kecepatan mesin, serta pengaturan mekanis manifold. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa ketidakseragaman thickness dipicu
ketidakstabilan aliran resin akibat pengaturan forming plate dan deckle bar yang kurang optimal. Viskositas tinggi pada Resin C (MFR 3,5) membuatnya sensitif terhadap getaran mesin dan penguncian baut yang kurang kuat. Diperlukan pengendalian parameter secara konsisten serta implementasi buku panduan manual untuk standarisasi pengaturan mesin guna menjaga keseragaman ketebalan dan meningkatkan kualitas produk kemasan fleksibel secara berkelanjutan.
Kata kunci: ketidakseragaman thickness, extrusion lamination, bengkak, gembos, 7 tools
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | 1. Elviana, S.TP., M.Si. sebagai Dosen Pembimbing I; 2. Abdul Majid, S.Pd., M.M. sebagai Dosen Pembimbing II |
| Uncontrolled Keywords: | thickness, extrusion lamination, bengkak, gembos, 7 tools,ketidakseragaman thickness, extrusion lamination, bengkak, gembos, 7 tools |
| Subjects: | 700 - Seni dan Rekreasi > 760 Pembuatan cetakan dan seni cetak > 769 Seni percetakan |
| Divisions: | Jurusan Teknik Industri > Program Studi Teknik Grafika |
| Depositing User: | Salsabilla Oktaviani |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 02:39 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 07:14 |
| URI: | https://repository.polimedia.ac.id/id/eprint/4428 |
