Ismail, Marsa (2026) Pengaruh Low-Key Lighting dalam Membangun Ambience Scene Perkotaan pada Film Pendek Animasi “Napas Kota”. Diploma thesis, Politeknik Negeri Media Kreatif.
Preliminary_MarsaDevara_2290345064.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (1MB)
Abstract
Perkembangan wilayah perkotaan menyebabkan berkurangnya ruang terbuka hijau yang berdampak pada kualitas lingkungan dan kenyamanan visual. Permasalahan tersebut menjadi dasar pembuatan film pendek animasi “Napas Kota” yang menggambarkan kondisi kota padat dengan kontras antara lingkungan perkotaan dan ruang terbuka hijau. Dalam animasi, pencahayaan berperan penting dalam membangun suasana (ambience) serta memperkuat pesan visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan low-key lighting dalam membangun ambience scene perkotaan pada film pendek animasi “Napas Kota”. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei melalui kuesioner skala Likert kepada 46 responden. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel low-key lighting memperoleh nilai 76,6% dengan kategori baik, sedangkan ambience scene memperoleh nilai 89,89% dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan low-key lighting mampu membangun ambience scene perkotaan yang gelap, dramatis, dan mendukung penyampaian pesan dalam film animasi.
The development of urban areas has caused a reduction in green open spaces, affecting environmental quality and visual comfort. This issue became the foundation for the short animated film “Napas Kota”, which presents a contrast between dense urban areas and green open spaces. In animation, lighting plays an important role in creating ambience and strengthening visual storytelling. This study aims to determine the influence of low-key lighting implementation in building the urban scene ambience in the short animated film “Napas Kota”. This research uses a quantitative method with a survey approach through a Likert-scale questionnaire distributed to 46 respondents. The data were analyzed using descriptive analysis and simple linear regression. The results show that the low-key lighting variable achieved 76.6% in the good category, while the ambience scene variable achieved 89.89% in the very good category. These results indicate that low-key lighting contributes to creating a dark, dramatic, and visually supportive urban atmosphere in animated films.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | 1. Muhammad Suhaili, S.E, M.Kom, sebagai Dosen Pembimbing I; 2. Dessy Wahyuni, S.Sn Selaku dosen pembimbing II |
| Uncontrolled Keywords: | Low-Key Lighting, Lighting, Film Animasi, RTH, Napas Kota |
| Subjects: | 700 - Seni dan Rekreasi > 770 Seni fotografi, komputer, film, video > 770 Seni fotografi, komputer, dan sinematografi 700 - Seni dan Rekreasi > 770 Seni fotografi, komputer, film, video > 776 Seni komputer (seni digital) 700 - Seni dan Rekreasi > 770 Seni fotografi, komputer, film, video > 777 Sinematografi dan videografi |
| Divisions: | Jurusan Desain > Program Studi Animasi |
| Depositing User: | Marsa Devara Ismail |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 07:02 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 07:02 |
| URI: | https://repository.polimedia.ac.id/id/eprint/6187 |
