Soviano, Dimas (2026) PENERAPAN WARNA ANALOGUS DALAM TATA ARTISTIK PADA FILM PENDEK “RUMPANG ATAU RAMPUNG”. Diploma thesis, Politeknik Negeri Media Kreatif.
Repository_Dimas Ardian.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (822kB)
Abstract
Proyek akhir ini membahas peran penata artistik dalam film pendek “Rumpang atau Rampung” melalui penerapan skema warna analogus untuk memperkuat penyampaian emosi dan makna visual. Fokus penelitian diarahkan pada perancangan elemen artistik yang meliputi setting, properti, kostum, dan tata rias dengan dominasi warna kuning, oranye, cokelat, dan krem. Kajian sumber menggunakan teori warna analogus Bruce Block sebagai landasan utama untuk menciptakan harmoni visual dan suasana emosional yang konsisten. Teori mise-en-scène dari Bordwell dan Thompson serta teori penata artistik LoBrutto digunakan sebagai dasar perancangan unsur artistik dalam mendukung visual storytelling. Metode yang digunakan adalah penciptaan karya berbasis praktik melalui tahapan praproduksi, produksi, dan pascaproduksi, meliputi analisis naskah, riset karakter, breakdown artistik, scouting lokasi, dan penyusunan konsep visual. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa penerapan warna analogus mampu membangun harmoni visual, memperkuat karakterisasi tokoh, menciptakan suasana nostalgia, kehilangan, dan penyesalan, serta mendukung kontinuitas visual setiap adegan. Dengan demikian, penerapan warna analogus pada penataan artistik berperan penting dalam memperkuat identitas visual film dan meningkatkan penyampaian pesan emosional kepada penonton.
This final project examines the role of the production designer in the short film “Rumpang atau Rampung” through the application of an analogous color scheme designed to enhance the conveyance of emotion and visual meaning. The research focuses on designing artistic elements including sets, props, costumes, and makeup dominated by yellow, orange, brown, and cream hues. Bruce Block’s theory of analogous colors serves as the primary framework for establishing visual harmony and a consistent emotional atmosphere. Additionally, Bordwell and Thompson’s mise-en-scène theory and LoBrutto’s concepts regarding production design underpin the creation of artistic elements that support visual storytelling . The project employs a practice-based creative methodology spanning pre-production, production, and post-production phases, encompassing script analysis, character research, artistic breakdowns, location scouting, and visual concept development. The results demonstrate that the use of analogous colors successfully establishes visual harmony, reinforces characterization, evokes moods of nostalgia, loss, and regret, and maintains visual continuity across scenes. Thus, the application of analogous colors in production design plays a pivotal role in strengthening the film's visual identity and enhancing the delivery of emotional messages to the audience.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | 1. Try Anissa Lestari, M.Pd Sebagai dosen pembimbing 1 2. Sifa Sultanika, M.Sn Sebagai dosen pembimbing 2 |
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Penata Artistik, Warna Analogus, Film Pendek, Tata Artistik, Visual Emosional. Keywords: Production Designer, Analogous Colors, Short Film, Art Direction, Emotional Visuals. |
| Subjects: | 700 - Seni dan Rekreasi > 770 Seni fotografi, komputer, film, video > 777 Sinematografi dan videografi |
| Divisions: | Jurusan Penerbitan > Program Studi Produksi Film dan TV |
| Depositing User: | Dimas Ardian Soviano |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 07:05 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 07:05 |
| URI: | https://repository.polimedia.ac.id/id/eprint/6487 |
